Apa itu Interference Effect? Mitos Terbesar yang Menghantui Hybrid Athlete
Interference effect adalah teori bahwa melatih kekuatan dan daya tahan secara bersamaan akan saling menghambat adaptasi. Tapi seberapa besar efeknya sebenarnya?
Apa itu Interference Effect?
Interference effect adalah fenomena di mana kombinasi latihan kekuatan (strength) dan daya tahan (endurance) dalam satu program menyebabkan adaptasi dari salah satu atau keduanya menjadi lebih kecil dibanding jika dilatih secara terpisah.
Teori ini pertama kali dipopulerkan oleh studi Robert Hickson pada 1980, yang menemukan bahwa kelompok yang melatih kekuatan dan daya tahan sekaligus mengalami penurunan gains kekuatan dibanding kelompok strength-only. Sejak saat itu, "jangan lari kalau mau gede" menjadi nasihat umum di komunitas gym.
Masalahnya, interpretasi ini terlalu disederhanakan. Sebuah umbrella review di Sports Medicine (Februari 2026) yang menganalisis 17 meta-analisis dari 144 studi menemukan bahwa interference effect jauh lebih kecil dari yang selama ini dipercaya — terutama untuk hypertrophy (pertumbuhan massa otot). Efek signifikan hanya ditemukan secara konsisten pada power dan explosive strength, bukan pada ukuran otot secara umum.
Implikasi praktisnya: untuk kebanyakan orang yang ingin sehat dan bugar — bukan atlet elite yang butuh output power maksimal — concurrent training bukan penghalang. Program yang menggabungkan gym dan lari bisa dirancang tanpa harus mengorbankan salah satu adaptasi secara signifikan, selama volume dan recovery dikelola dengan baik.
Interference effect nyata, tapi ukurannya tidak seseram reputasinya.